Kami memulai dengan memetakan masalah secara spesifik: objek properti, pihak yang terlibat, dan poin yang diperselisihkan. Kami menyiapkan ringkasan kronologi satu halaman agar semua anggota tim berbicara dalam referensi yang sama. Kami juga mengidentifikasi dokumen yang sudah ada dan dokumen yang masih perlu diminta.
Kami menyusun daftar dokumen inti untuk verifikasi awal, seperti sertifikat, AJB, perjanjian pengikatan, bukti pembayaran, dan korespondensi resmi. Kami memastikan semua salinan jelas, terbaca, dan memiliki sumber yang dapat ditelusuri. Jika ada data sensitif, kami mengatur akses internal berbasis kebutuhan agar privasi terjaga.
Kami mengecek status tanah dan bangunan melalui jalur resmi, termasuk kecocokan identitas pemilik, batas-batas, serta catatan beban atau catatan lain bila relevan. Kami mencocokkan data fisik di lapangan dengan data dokumen untuk mengurangi salah tafsir. Kami mendokumentasikan temuan dalam bentuk daftar perbedaan yang perlu diklarifikasi.
Kami menyiapkan peran notaris sejak awal untuk membantu memastikan legalitas dokumen, legalisasi tanda tangan, dan penyusunan akta bila diperlukan. Kami menyepakati format komunikasi dengan notaris: daftar pertanyaan, dokumen pendukung, dan target output yang realistis. Kami juga mencatat bahwa notaris tidak menggantikan proses penyelesaian sengketa, melainkan membantu aspek formalitas dan kepastian dokumen.
Kami menyusun agenda pertemuan mediasi yang terstruktur: isu utama, isu turunan, opsi penyelesaian, dan batasan yang dapat diterima. Kami menyiapkan aturan diskusi singkat agar suasana tetap kondusif, termasuk giliran bicara dan larangan menyela. Kami menugaskan satu orang sebagai pencatat keputusan dan satu orang sebagai pengelola dokumen selama sesi.
Kami menyiapkan draf klausul kesepakatan secara modular agar mudah disesuaikan, seperti skema pembayaran, serah terima, perbaikan, dan jadwal penyelesaian. Kami menekankan definisi istilah dan tanggal efektif agar tidak menimbulkan tafsir ganda. Kami memastikan semua pihak memahami konsekuensi administratif, termasuk kebutuhan legalisasi atau pembuatan akta lanjutan.
Kami memasukkan checklist perawatan rutin rumah tinggal untuk mencegah sengketa turunan setelah kesepakatan, misalnya kondisi atap, instalasi listrik, pipa, dan area lembap. Kami menyepakati siapa yang bertanggung jawab pada perbaikan tertentu dan bagaimana pembuktiannya. Kami menyarankan dokumentasi foto sebelum-sesudah sebagai arsip bersama yang rapi.
Kami menilai peluang hemat energi di rumah sebagai bagian dari rencana pasca-penyelesaian, seperti penggantian lampu, pengaturan ventilasi, dan perangkat hemat daya. Jika ada rencana pemasangan panel surya rumah, kami memastikan aspek teknis dan administrasi dibahas terpisah dari isu sengketa inti. Kami juga membuat daftar perawatan sistem tenaga surya, termasuk pembersihan berkala dan pemeriksaan inverter sesuai panduan pabrikan.
Kami menyiapkan panduan klinik dan rumah sakit untuk anggota tim atau pihak terkait bila proses mediasi berlangsung panjang dan membutuhkan dukungan kesehatan yang wajar. Kami menyusun tips memilih layanan kesehatan yang netral, seperti jarak, jam layanan, dan ketersediaan dokter umum. Bila diperlukan, kami mempertimbangkan konsultasi medis jarak jauh untuk keluhan ringan, tanpa menggantikan pemeriksaan langsung saat dibutuhkan.
